Mata Hati

Diposting oleh Ana Pratiwi

Kadang langit menjadi kelam saat siang
Anehnya jiwa berubah kering kala air mata tergenang
Berputarkah bumi ini sayang?
Tak lain aku hanya mencari sinar terang

Menangislah pengembara membuka pintu hatinya
Dia membenci nyawanya dan menyalahkan Tuhannya
Tolonglah dia wahai penyulam senja
Pergilah ia mencari makna hidupnya

Terbukalah wahai mata hati!
Hidupkanlah kembali jiwa yang tlah mati
Biarlah berputar lagi waktu yang tlah berhenti
Nyalakan lagi kehidupan yang tak berarti

Apakah diriku ada wahai penguasa langit?
Tak bisa lagi hati ini bebas menjerit
Di dada ini hanya tersisa rasa sakit
Kelam laksana malam di bawah bulan sabit

Terkutuklah tiap langkahku yang berdarah
Mungkin kematian adalah sebuah anugerah
Layaknya bunga yang tak pernah merekah
Hidup ini bagaikan tembok keluh kesah

Terbukalah wahai mata hati
Biarlah terurai air mata nurani
Hancurkanlah singgasana keangkuhan diri
Hentikanlah segala nyanyian sepi

Ratapan nafas seorang pengembara
Dirinya tak lebih dari seekor binatang hina
Tak lagi mencari nyawa
Dan tak pula memiliki jiwa

Mengamuklah aku seorang diri
Siksalah tubuh ini dalam nyala api
Biarlah raga ini kembali suci
Hingga saat aku menghadap Yang Maha Tinggi

my slide

Diposting oleh Ana Pratiwi